Alhuffazh.or.id – Juara 2 MHQ Damaskus kembali menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar Mahad Mulazamah Al-Huffazh. Santri kita, Muhammad Imam Al-Sadiq, berhasil meraih Juara 2 MHQ Damaskus dalam ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an antar siswa yang diselenggarakan oleh Ma’had Al-Fath Al-Islami.
Suasana penuh khidmat dan semangat kompetisi mewarnai pelaksanaan lomba tersebut. Para peserta dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti seleksi dengan antusias dan kesungguhan tinggi.
Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan nilai firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang-orang berlomba-lomba.”

Dalam kompetisi tersebut, para peserta diuji kemampuan hafalan secara mendalam. Penilaian meliputi kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, kefasihan dalam pelafalan ayat, serta kesiapan menyambung ayat secara acak. Proses ini menuntut ketenangan, kekuatan mental, serta ketelitian tinggi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Keberhasilan Muhammad Imam Al-Sadiq meraih Juara 2 MHQ Damaskus menjadi bukti nyata kualitas pembinaan dan kokohnya fondasi hafalan yang ia miliki. Ia merupakan santri kelas 4 Ma’had Mulazamah Al-Huffazh yang sedang menempuh tugas belajar di Damaskus—sebuah lingkungan pendidikan yang dikenal dengan pembinaan intensif dalam menjaga hafalan, menanamkan adab, serta membentuk kedisiplinan ilmiah yang tinggi.
Keberangkatannya untuk menimba ilmu di Damaskus juga didukung melalui beasiswa dari UzmaCare, yang menjadi wasilah dalam membuka jalan bagi beliau untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama lembaga serta umat.

Prestasi ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi para asatidz, keluarga, dan seluruh civitas lembaga. Capaian Juara 2 MHQ Damaskus menunjukkan bahwa kesungguhan dalam menjaga Al-Qur’an akan membuahkan hasil yang membanggakan.
Diharapkan keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas hafalan, memperbaiki niat, serta istiqamah dalam menuntut ilmu. Semoga lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat hafalan, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan perjuangan.



