Alhuffazh.or.id – “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”, Demikianlah nasehat Imam negeri hijrah, Imam Malik kepada seorang pemuda Quraiys yang kelak akan menajdi salah satu dari 4 rembulan besar dalam fiqh Islam.

Bagi anak-anak didik kita di tingkat rendah, pelajaran adab paling kuat lahir dari pemahaman akan keimanan. Setelahnya, mereka akan belajar dari contoh dan keteladanan. Sungguh besar keyakinan saya pribadi bahwa adab yang baik, lahir dari keimanan yang baik.
“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.” Kata Ibnul Mubarok.
Mendidikkan adab memang bukan perkara mudah dan bisa diwujudkan dalam hitungan hari, atau bulan. Bahkan ia membutuhkan waktu yang teramat lama.
Membentuk adab yang kuat setidaknya dilakukan dengan 2 cara.
- Pertama adalah dengan pembiasaan,
- dan yang kedua dengan pemahaman.
Di antara kedua cara ini, yang paling ampuh menghasilkan adab yang baik adalah dengan membentuk pemahaman. Sebab, “terbiasa saja…” nasehat gurunda Ustadz Fauzil Adhim “tidak otomatis membuat seorang itu menjadi baik”.

Maka pada kedua jalan inilah kita menempuh proses membentuk adab yang baik. Pembiasaan dilakukan dengan bimbingan dan keteladanan dari guru, lalu pemahaman kita bentuk lewat dialog-dialog iman yang menyentuh hati mereka.
Setidaknya ketika menelisik sirah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para Ulama yang concern dalam adab ini kedua jalan inilah yang mereka tempuh. Dan sekali lagi, untuk memetik hasilnya tentu kita butuh kesabaran yang besar menunggu lamanya proses.



