Jl. Dr. Ir. Sutami, Payakumbuh, Sumbar 26233

IMAN SEBELUM AL-QUR’AN

Penanaman iman sebagai fondasi pendidikan, meneladani fase Mekkah dakwah Nabi Muhammad SAW, dengan metode kisah untuk menguatkan aqidah anak.

Alhuffazh.or.id – Sebelum adanya perintah shalat, puasa, dan zakat, Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu menanamkan keimanan dalam hati para sahabat. Fase Mekkah dalam dakwah Nabi menunjukkan bahwa ajaran yang pertama kali disampaikan adalah keimanan kepada Allah, hari akhir, dan tanggung jawab moral. Hal ini membuktikan bahwa iman adalah fondasi dari segala aspek kehidupan beragama.

Dalam pendidikan kita, penanaman iman di hati anak-anak didik kita adalah langkah awal menuju suksesnya pendidikan. Sebab ia adalah pondasi dan asas yang di atasnya kita membangun bangunan ilmu yang menjulang tinggi ke angkasa. Jikalau tanpa pondasi yang kokoh, sebanyak apapun ilmu yang diberikan kepada mereka akan begitu mudahnya tumbang dan roboh.

Mendidikkan keimanan ke dalam hati para santri kita tentu dengan mengenalkannya pada 6 rukun Iman yang telah kita yakini. Namun, materi iman ini kebanyakan berhenti hanya di tingkat doktrin sehingga ia masih menjadi sesuatu yang abstrak.

Salah satu cara menanamkan keimanan yang kuat ke dalam hati anak-anak adalah dengan menjadikan aqidah yang bersifat abstrak lebih terasa konkret. Dan metode yang paling baik adalah dengan mengajarkannya lewat kisah. Sebagaimana Allah mengajarkan keimanan di fase Mekkah dengan kebanyakan menurunkan ayat-ayat doktrin dan kisah.

Sesekali kita tancapkan pondasinya dengan doktrin yang ringkas, dan kita kuatkan lewat kisah. Maka berkisah di kelas dan mengajarkan santri membaca kisah-kisah teladan generasi salaf menjadi suatu keharusan di tingkat pendidikan rendah sambil sesekali kita hubungkan seluruhnya dengan prinsip-prinsip keimanan sesuai tahapan mereka dalam belajar.

Share:

More Posts

Send Us A Message